Aksi Solidaritas Driver Maxim Rangkasbitung: Tolak Program “Turbo” Berbayar dan Tuntut Penghapusan Platform Fee
RANGKASBITUNG, AktualInvestigasi.my.id 2 Oktober 2026 – Ratusan pengemudi (driver) Maxim yang tergabung dalam komunitas ojek online wilayah Rangkasbitung menggelar aksi unjuk rasa damai pada hari Jum’at, 02 Oktober 2026. Aksi yang dipusatkan di area Stadion Ona ini berjalan dengan tertib, aman, serta menunjukkan soliditas tinggi di antara para pekerja transportasi daring tersebut.
Latar Belakang Aksi: Penolakan Kebijakan “Turbo”
Aksi damai ini dilatarbelakangi oleh keresahan mendalam para driver terhadap kebijakan aplikator Maxim yang dinilai memberatkan. Kebijakan yang menjadi sorotan utama adalah penolakan terhadap program “Turbo”—yang sebelumnya diterapkan selama 3 jam seharga 15.000 rupiah, dan kini diperpanjang menjadi 5 jam dengan biaya tambahan sebesar 15.000 rupiah—di mana beban biaya tersebut sepenuhnya dibebankan kepada pengemudi.
Para driver menilai bahwa kebijakan ini semakin menggerus pendapatan harian mereka di tengah tingginya biaya operasional seperti bahan bakar dan pemeliharaan kendaraan.
Tuntutan Utama
Dalam orasinya, para koordinator aksi menyampaikan dua poin tuntutan utama yang ditujukan kepada pihak manajemen aplikator Maxim:
-
Menolak Program Turbo Berbayar: Menghentikan pembebanan biaya tambahan kepada driver untuk sistem prioritas atau percepatan order.
-
Menghapus Platform Fee: Menuntut penghapusan potongan biaya aplikasi yang dinilai terlalu besar dan tidak berpihak kepada kesejahteraan mitra pengemudi.
Apresiasi dan Pesan Solidaritas
Koordinator aksi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh driver Maxim Rangkasbitung yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta mengorbankan bahan bakar untuk hadir di lokasi aksi.
“Kehadiran rekan-rekan adalah suatu bukti nyata bahwa kalian menjunjung tinggi rasa solidaritas sesama driver. Tuntutan kita untuk menolak Turbo berbayar dan menghapus platform fee sudah kita sampaikan dengan jelas,” ujar perwakilan koordinator aksi.
Aksi damai ini ditutup dengan harapan agar perjuangan yang dilakukan hari ini dapat membawa berkah, membuka ruang dialog dengan pihak aplikator, serta menghasilkan perubahan nyata demi kesejahteraan seluruh mitra driver. Para peserta aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib seraya mengusung semangat kebersamaan: “Jaga solidaritas, salam satu aspal!”

